Pendidikan Agama Islam

Sejarah PAI

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah program studi tertua yang ada di IAIN Samarinda. Sejak diterbitkan SK Menteri Agama RI No. 167/1968 tentang pendirian Fakultas Tarbiyah Samarinda yang merupakan cabang IAIN Sunan Ampel Surabaya, saat itu pula menjadi cikal bakal berdirinya Program Studi Pendididikan Agama Islam dan merupakan satu-satunya Program studi yang ada di IAIN Samarinda saat itu. Seiring dengan perubahan alih status menjadi Sekolah Tinggi, maka pendirian program studi diperbaharui dengan SK Sti.25/1/PP.009/414/2001, kemudian diajukan kembali permohonan izin operasional Program Studi PAI nomor St.28.2/PP.00.9/1259/2002, dan mendapatkan izin penyelenggaraan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Agama Islam (DITPERTAIS) Nomor Dj.II/206/2002.

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Samarinda berupaya melakukan reformulasi visi, misi, tujuan dan sasaran program studi. Oleh karena itu, program studi menyelenggarakan suatu agenda kegiatan yang melibatkan berbagai unsur di IAIN Samarinda dengan tujuan memenuhi standar akreditasi perguruan tinggi.

Visi dan Misi

Visi  Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Samarinda adalah : “Pelopor dalam Pendidikan Agama Islam Menuju Program Studi Kompetitif 2025”

Misi  Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Samarinda adalah;

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang berorientasi pada peningkatan kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi kepemimpinan
  2. Menciptakan lingkungan fakultas yang berorientasi pada kemantapan akidah, pengamalan nilai-nilai Islam, kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif
  3. Meningkatkan kapasitas dan mutu kelembagaan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
  4. Membangun tradisi akademik yang kuat dalam penelitian dan karya ilmiah bagi civitas akademika fakultas
  5. Menyelengggarakan sistem pelayanan administrasi, akademik dan kemahasiswaan yang humanis, cepat dan tepat
  6.  Berperan aktif membangun kerjasama dengan pihak terkait dalam pengembangan pendidikan.

Tujuan

Tujuan Program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah ;

  1. Menghasilkan pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi kepemimpinan
  2. Menghasilkan pendidik dan tenaga kependidikan yang berakhlak islami, berkedalaman ilmu, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif serta profesional di bidang pendidikan dan keguruan .
  3. Membuka program studi baru dan meningkatkan kualitas program studi di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
  4. Mencetak pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki tradisi akademik yang kuat dalam bidang teori, kebijakan dan implementasi pendidikan dan pembelajaran.
  5. Meningkatkan sistem pelayanan administrasi, akademik dan kemahasiswaan yang humanis, cepat dan tepat.
  6. Terjalin kerjasama dengan pihak terkait dalam dan luar negeri dalam pengembangan pendidikan

Sasaran

Sasaran penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Samarinda adalah  sebagai berikut ;

  1. Penguatan dan pengembangan visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian.
  2. Penguatan dan pengembangan tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu.
  3. Penguatan dan pengembangan kualitas mahasiswa dan lulusan.
  4. Penguatan dan pengembangan sumber daya manusia.
  5. Penguatan dan pengembangan kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik.
  6. Penguatan dan pengembangan pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi.
  7. Penguatan dan pengembangan penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.

Profil Lulusan

Lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Samarinda diproyeksikan untuk memasuki pasaran kerja sebagai berikut ;

  1. Menjadi tenaga pendidik/guru dalam bidang studi Agama Islam baik pada pendidikan informal, formal maupun non formal.
  2. Menjadi tenaga administrasi (administrator) pendidikan pada pendidikan formal maupun non formal.
  3. Menjadi manajer pendidikan pada pendidikan formal maupun non formal.
  4. Menjadi penyuluh Agama Islam pada masyarakat Muslim.
  5. Menjadi tenaga konsultan pendidikan pada lembaga pendidikan Islam.
  6. Menjadi pegawai pada instansi pemerintahan.