Pentingnya Kesadaran Toleransi Untuk Menjaga Kerukunan Umat Beragama Pasca Dimasa Covid-19

By KKN DARING 18: M. Ramadhan, Misna, Luthfi Fitriyah, Maisyarah. M, Wanasnee Maming, Windri Agustina dan Khoridah Nurul Ain.

Indonesia sebagai bangsa majemuk yang terdiri dari banyak keberagaman (suku, budaya, ras dan agama) sangat menjunjung tinggi nilai toleransi, khususnya toleransi dalam beragama. Di Indonesia sendiri, ada 6 jenis agama yang diakui yakni Islam, Katholik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha dan Kong Hu Chu. Dengan mayoritas terbesar ialah penganut agama Islam.

Tentu saja dari berbagai macam keberagaman agama ini menciptakan berbagai perbedaan paham antar satu dengan yang lain, yang seringkali memicu timbulnya intoleransi antar umat. Padahal toleransi antar umat beragama telah diatur dalam UUD 1945, salah satunya di dalam pasal 28E ayat (1) yang berbunyi: “Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya”. Namun faktanya, masih banyak kasus intoleransi yang terjadi di Indonesia, terlebih lagi pada masa pandemi Covid-19 saat ini yang merubah segala tatanan kehidupan masyarakat khususnya dalam hal beribadah.

 Berdasarkan laporan riset ke-14 mengenai Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) yang diluncurkan oleh SETARA Institute menunjukkan bahwa pada tahun 2020 terjadi peningkatan kasus pelanggaran KBB dibandingkan tahun 2019 lalu. “Sepanjang 2020, dari sisi tindakan terdapat 422 pelanggaran, melonjak tajam dibanding sebelumnya 2019 yang hanya 327 pelanggaran.” Ucap Direktur Riset SETARA Institute Halili dalam pemaparannya di Hotel Ashley, Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Kekawatiran pemerintah dalam menerapkan setiap kebijakan pencegahan pada masyarakat guna menekan pertumbuhan wabah ini, yaitu akan ada timbulnya sifat egois dan individualisme pada seseorang. Salah satunya ialah mengenai kebijakan tidak dianjurkan untuk sholat berjamaah di masjid. Dimana hal ini banyak menimbulkan pro dan kontra, banyak argumen yang bermunculan baik di dunia nyata maupun dunia maya, bahkan ada yang beranggapan bahwa hal ini bertentangan dengan UUD 1945 mengenai kebebasan beribadah umat. Padahal kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi tingkat penyebaran virus Covid-19 di Indonesia agar pandemi cepat berakhir. Adapun permasalahan lain akibat perbedaan pemahaman ialah terjadinya beberapa aksi radikal seperti bom bunuh diri yang dapat membahayakan nyawa orang lain, adanya beberapa kelompok yang ingin mengubah ideologi negara dan dilanjutkan dengan beberapa kasus intoleransi seperti sekelompok massa mengganggu ibadah jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kota Serang Batu di Kabupaten Bekasi pada 13 September 2020 dan adanya kasus larangan beribadah di rumah terhadap umat Kristen di Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Jawa Timur pada 21 September 2020, serta masih banyak lagi kasus lainnya. Tentu kita tidak bisa memaksakan kehendak kita terhadap orang lain, oleh karenanya diperlukan kesadaran bagi masing-masing individu agar tidak terlalu berlebih-lebihan (ekstrem) dalam mengamalkan ajaran agama serta pentingnya sikap toleransi antar umat, demi terciptanya kerukunan dan keharmonisan umat beragama terlebih lagi dimasa pandemi saat ini.

Nah dari berbagai macam uraian permasalahan yang telah dijelaskan, maka toleransi sangat penting dalam menjaga kerukunan umat beragama dimasa pandemi saat ini. Sehingga hal ini menjadi faktor bahwa moderasi agama yang dibarengi dengan toleransi ber agama ibarat pelengkap yang saling memiliki keterkaitan.

Apa itu Toleransi?

Toleransi merupakan sikap menghargai satu sama lain, saling menjaga antar sesama serta sikap peduli terhadap sesama untuk menghadapi perbedaan dalam kehidupan. Adapun makna toleransi menurut W. J. S. Poerwadarminto dalam “Kamus Umum Bahasa Indonesia” toleransi adalah sikap atau sifat menenggang berupa menghargai serta memperbolehkan suatu pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan, maupun yang lainnya yang berbeda dengan pendirian sendiri.

Toleransi telah di atur dalam Pasal 28E ayat (1) Undang-Undang Dasar Tahun 1945 menjelaskan bahwa “Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali”.

Dalam Al-Qur’an surah al-Kafirun juga berisi kandungan tentang adanya toleransi dalam keimanan dan peribadahan. Allah SWT berfirman yang artinya :

“Katakanlah: ‘Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembuh. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku” (Q.S AL-Kafirun 1-6)

Apa Pentingnya Toleransi dalam Beragama dimasa Pandemi ini?

Toleransi merupakan bagian yang sangat penting dari moderasi beragama. Moderasi beragama dapat menciptakan toleransi dengan sikap saling menghormati, serta menghargai baik antar individu maupun antar kelompok di lingkup masyarakat dan lingkup lainnya. Moderasi Beragama adalah pandangan seseorang yang tidak berlebih-lebihan didalam mengartikan dan mengamalkan inti ajaran agama didalam kehidupan sehari-hari. Baik toleransi maupun moderasi adalah nilai inti yang termuat dalam ajaran Islam. Oleh karenanya, toleransi dalam beragama sangat penting dan dibutuhkan tidak hanya dimasa pandemi seperti sekarang namun dalam kondisi apapun. Karena dengan menjalankan nilai-nilai toleran dan moderat dapat mengatasi berbagai macam persoalan umat seperti radikalisasi keagamaan, kekerasaan mengatas namakan agama, sikap ekstrim, dan fanatisme yang berlebihan sehingga terciptalah kerukunan umat dalam kehidupan berbangsa khususnya dalam aktivitas keagamaan. Dengan mengedepankan sikap toleransi tatanan kehidupan akan berjalan dengan damai, rukun, sejahtera dan akan terhindar dari permusuhan.

Dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini seharusnya bisa menjadi momen untuk mengedepankan sikap toleransi dan tolong menolong antar umat beragama dan lintas kepercayaan. Pada kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang, banyak orang-orang yang sadar betapa pentingnya menghargai orang lain dengan berbagai cara seperti sebuah kelompok mengadakan bakti sosial kepada orang yang membutuhkan, saling bahu membahu dalam membantu sesama yang terdampak dari wabah ini tanpa memandang ia muslim ataupun bukan.