Memupuk Rasa Solidaritas Sosial di Tengah Masyarakat Pada Masa Pandemi

By KKN Daring 06: Muhammad Fadli, Kiki Aprianti A, Urwatul Wusqo N.S, Ariski Nuril I, Neni Ariyani, Maya Prastiwi

Pandemi Covid-19 khususnya di Indonesia masih terus berlanjut bahkan kian memburuk. Angka kematian karena virus ini terus bertambah. Telah banyak dari mereka yang kehilangan orang tua, saudara dan keluarga sejak masuknya virus ini ke Indonesia pada awal Maret 2020 lalu. Banyak hal yang mulai berubah dan mengharuskan kita untuk beradaptasi  dengan kondisi yang baru.  Baik dari kebiasaan hidup, tata cara pembelajaran, pekerjaan, tata cara beribadah, serta cara bersosialisasi dengan orang lain harus disesuaikan dengan kondisi saat ini.

 Berada di situasi yang asing dan memulai kebiasaan baru yang belum pernah kita lakukan atau tidak pernah terpikirkan oleh kita bukan hal yang mudah. Selain itu pandemi juga membuat kita mengalami: kemerosotan ekonomi, krisis kesehatan mental, rasa cemas yang berlebihan, kecurigaan dan ketidakpercayaan kepada orang lain, serta tubuh yang lebih rentan terkena virus karena imun yang menurun, terlebih pandemi ini tak kunjung usai dan terus memburuk membuat kita merasa lelah dan putus asa.

Menumbuhkan dan memupuk rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat merupakan tindakan tepat yang bisa kita lakukan untuk saling menguatkan di situasi ini. Dilansir dari laman sarjanaekonomi.co.id menurut Robbet M.Z Lawang (1985) “solidaritas sosial memiliki pengertian tetap kita berpegang pada kesatuan, persahabatan, saling percaya yang muncul dari tanggung jawab dan kepentingan bersama diantara para anggota”. Seperti yang kita tau negara Indonesia merupakan negara yang menjungung tinggi persatuan dan kesatuan sebagaimana yang terkandung di dalam Pancasila. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, ras, bahasa, budaya dan agama, dengan banyaknya perbedaan ini sebagai warga negara yang baik kita harus terus menjaga persatuan dan kesatuan dengan memupuk solidaritas sosial.

Rasa solidaritas sosial tidak mengenal suku, ras, wilayah dan agama. Agama Islam mengajarkan kita untuk selalu berbuat kebaikan seperti yang dijelaskan di dalam Al-Quran yang merupakan pedoman bagi seluruh umat manusia. Rasulullah Saw menjadi suri tauladan nyata bagaimana seharusnya kita berperilaku, beliau merupakan sosok penuh akan kasih sayang yang memiliki kesempuraan jiwa dan kemuliaan akhlak. Beliau selalu memperlakukan semua orang dengan sikap yang sama sekalipun itu orang yang menyakitinya. Sebagaimana telah dijelaskan di dalam Al-Quran surah Al-Ahzab ayat 21 :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi   orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”

Adapun bentuk perwujudan dari memupuk solidaritas sosial, yakni seperti sikap saling peduli dan tolong-menolong kepada sesama. Sebagai contoh, saat ada keluarga atau tetangga di lingkungan tempat tinggal kita yang terinfeksi virus Covid-19 sikap yang seharusnya kita tunjukkan bukan menjauhi atau menyalahkan mereka namun sebaliknya kita harus menyemangati dan mendukung mereka agar lekas sembuh, bisa dengan cara memberikan bantuan bahan makanan atau obat-obatan, yang pasti cara memberinya pun harus disesuaikan dengan cara yang benar mengikuti protokol kesehatan, ini merupakan salah satu contoh sikap peduli dan tolong meneolong kepada sesama.

Sikap peduli dan tolong menolong kepada sesama merupakan ajaran Rasulullah Saw, di dalam hadist nya Rasulullah banyak menyeru kita untuk saling tolong-menolong. Dengan tolong-menolong kita dapat saling menguatkan satu sama lain dan memperkokoh suatu kelompok (Negara). Dilansir dari Republika.co.id dalam buku jiwa dalam bimbingan Rasulullah karya Dr Saad Riyadh disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Perumpaan hubungan seorang mukmin dengan mukmin yang lain  adalah laksana sebuah bangunan yang masing-masing bagian saling menguatkan”. (HR Bukhori).

            Begitu pentingnya sikap peduli dan tolong-menolong kepada sesama dalam memupuk solidaritas sosial di tengah pandemi ini. Selain daripada tolong-menolong, masih banyak lagi cara untuk memupuk rasa solidaritas sosial seperti gotong royong, toleransi, dan berbagi atau bersedekah. Bersedekah bukan hanya dengan harta benda, bisa melalui ilmu, makanan, atau senyuman. Tetapi jika kita memiliki rezeki lebih kita dapat berbagi kepada mereka yang membutuhkan, apalagi dimasa pandemi seperti ini banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan sehingga untuk makan pun mereka merasa kesulitan. Begitu banyak ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang keutamaan orang yang bersedekah, seperti yang terdapat dalam surah Al-Hadid ayat 7 :

آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan menginfakkan (hartanya) memperoleh pahala yang besar”

Didalam buku 55 wasiat Rasulullah SAW karya Hamzah Muhammad Shalih’ajaj, juga dijelaskan melalui hadist Rasulullah tentang keutamaan orang yang bersedekah, “Thabrani dan Baihaqi meriwayatkan dalam kitab Al-Kabir, dia berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya sedekah dapat menghilangkan panasnya siksa kubur dari ahlinya. (orang yang bersedekah) Dan sesungguhnya orang mukmin bernaung dalam naungan sedekahnya dihari kiamat kelak”. (HR. Thabrani dan Baihaqi dalam kitab Al-Kabir.

Dari penjabaran di atas telah disebutkan pentingnya memupuk rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat pada masa pandemi seperti ini untuk saling menguatkan satu sama lain. Banyak cara yang bisa dilakukan, seperti contoh-contoh yang telah diberikan di atas dan diharapkan dengan adanya tulisan ini dapat membuat kita menyadari pentingnya memupuk rasa solidaritas sosial pada masa pandemi ini setidaknya di lingkungan tempat tinggal kita sendiri.